Monday, November 11, 2013

Mendefinisikan Seni Abstrak /Abstract Arts (Bagian.I)


Istilah " seni abstrak " atau abstract arts tidak beda dengan istilah " musik modern " dalam arti bahwa itu adalah payung yang sangat luas melingkupi berbagai macam seni dengan gaya/ aliran tertentu.
Ada yang mengartikan bahwa secara umum, seni abstrak adalah merupakan kebalikan dari “seni realism”.
Contoh sederhana bisa digambarkan sebagai berikut;
Pada sebuah dinding terdapat 2 macam lukisan. Satu lukisan menggambarkan sebuah Biola berwarna kuning kecoklatan dengan efek mengkilat dari finishing varnish pada material kayu biola tersebut.
Suatu visualisasi yang sempurna seolah-olah kita bisa menggapainya dan masuk kedalam bingkai.
Disebelahnya terdapat sebuah kanvas yang dicat dengan menggunakan satu warna, datar, tidak ada kesan volume atau kedalaman, dingin, diam, tidak meneriakkan suatu pesan apapun.

Definisi umum dari “seni abstrak” (abstract arts) adalah “tidak realistis”.
Namun para Seniman/Pelukis Abstrak pada umumnya menyatakan bahwa dalam setiap melukis (berkarya), mereka memiliki atau bertolak dari suatu “Subyek”. Mereka mengambil dari suatu benda, atau dari unsur-unsur alam, merubahnya, memperkecil atau memperbesarnya.
Mereka tidak berusaha meniru Obyek-obyek tersebut, melainkan menjadikannya sebagai titik-tolak dalam eksplorasinya mencapai bentuk baru.
Mereka lebih menganggap penting untuk menghadirkan nilai-nilai baru, ketimbang sekedar menunjukkan ketelitian/kepresisian dalam hal memindahkan sebuah obyek kedalam kanvas.

Secara historis , istilah " abstrak" telah dikaitkan dengan berbagai gerakan seni.
Kubisme Picasso , Braque dan Cezanne adalah abstraksi geometris .
Di Amerika Serikat , sebuah kelompok yang juga dikenal sebagai sekolah “New York” gerakan mereka didefinisikan oleh para kritikus sebagai " ekspresionis abstrak . Namun individu dalam kelompok ini memiliki pendekatan yang amat bervariasi.
Jackson Pollock tidak mengecat keseluruhan kanvas dalam lukisannya. Mark Rothko Mengecat kanvasnya dengan warna yang berkilauan dengan pola-pola persegi sederhana. Willem de Kooning menampilkan sosok perempuan yang tidak begitu jelas dalam banyak karyanya .

No comments:

Post a Comment